TUGAS MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Buatlah tulisan tentang pelayanan rekam medis sehingga isinya minimal dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

  1. Apakah yang dimaksud dengan pelayanan rekam medis?
  2. Apakah kegunaan rekam medis?
  3. Jelaskan kelengkapan yang harus dipenuhi dalam rekam medis sebuah rumah sakit?
  4. Apakah yang dimaksud dengan informed consent?
  5. Apakah fungsi informed consent?
  6. Siapakah yang wajib memberikan informasi kepada pasien?
  7. Siapakah pasein yang berhak mendapatkan informasi dan siapa pula yang tidak berhak?
  8. Apakah informasi yang harus disampaikan kepada pasien?
  9. Apakah kelengkapan yang harus ada dalam informed consent?

 

Jawab:

  1. Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan-tulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan kepada pasien dalam rangka palayanan kesehatan. (PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008

Definisi Rekam Medis dalam berbagai kepustakaan dituliskan dalam berbagai pengertian, seperti dibawah ini:

Menurut Edna K Huffman: Rekam Medis adalab berkas yang menyatakan siapa, apa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana pelayanan yang diperoleb seorang pasien selama dirawat atau menjalani pengobatan.

Menurut Permenkes No. 749a/Menkes/Per/XII/1989: Rekam Medis adalah berkas yang beiisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, basil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lainnya yang diterima pasien pada sarana kesebatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.

Menurut Gemala Hatta : Rekam Medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan saat lampau yang ditulis oleb para praktisi kesehatan dalam upaya mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

Menurut Waters dan Murphy : Kompendium (ikhtisar) yang berisi informasi tentang keadaan pasien selama perawatan atau selama pemeliharaan kesehatan”.

Menurut IDI :Sebagai rekaman dalam bentuk tulisan atau gambaran aktivitas pelayanan yang diberikan oleh pemberi pelayanan medik/kesehatan kepada seorang pasien.

 

  1. Kegunaan Rekam Medis:

Kegunaan rekam medis dapat kita singkat menjadi ALFRED yaitu :

  • Administration (administrasi)

Suatu berkas rekam medis memiliki nilai administrasi karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan dan paramedik dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.

  • Legal (hukum)

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum karena isinya menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan dalam rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.

  • Finansial (keuangan)

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai keuangan karena isinya dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan di rumah sakit.

  • Research (penelitian)

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai penelitian karena isinya mengandung data dan informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.

  • Education (pendidikan)

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai pendidikan karena isinya menyangkut data/informasi tentang perkembangan kronologis dari pelayanan medik yang diberikan kepada pasien dapat berguna bagi mahasiswa, pendidik /peneliti dalam mengembangkan ilmunya dengan menggunakan dokumen rekam medis.

  • Dokumentasi

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai dokumentasi karena memuat sejarah medis seseorang yang harus didokumentasikan sebagai pertanggung jawaban pihak rumah sakit.

Permenkes no. 749a tahun 1989 menyebutkan bahwa Rekam Medis memiliki 5 , manfaat yaitu:

  1. Sebagai dasar pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien
  2. Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hokum
  3. Bahan untuk kepentingan penelitian
  4. Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan dan
  5. Sebagai bahan untuk menyiapkan statistik kesehatan.

 

  1. Kelengkapan rekam medis RS
  • RM harus diisi cukup rinci agar pasien mendapat informasi berkesinambungan, informasi efektif untuk dokter, perawat dan konsulen, dokter lain dapat menilai  kualitas pelayanan, dan kualitas dapat dinilai saat itu atau secara retrospektif. RM diisi oleh yang berhak, diberi catatan tanggal, jam dan nama pemeriksa. Pengisian dan perubahan RM harus diketahui, singkatan dan simbol yang dipakai ialah yang diakui oleh komite rekam medis dan bila mungkin, semua laporan asli disimpan dalam RM.
  • Identifikasi RM mencakup nomor, nama lengkap, alamat, jenis kelamin, orang yang terkait dalam pelayanan gawat darurat. Tanda khusus (misalnya alergi) ditulis di halaman depan RM. RM mencantumkan diagnosis sewaktu pasien diterima dokter, RM mencakup riwayat dan perjalanan penyakit, riwayat penyakit keluarga, keadaan sosial dan RM mencakup pemeriksaan fisik secara rinci oleh dokter saat pasien masuk RS. Halaman depan RM meliputi diagnosis dan prosedur tindakan sesuai ICD
  • Ada rencana perawatan dan pengobatan secara tertulis, catatan kemajuan, hasil observasi dan konsultasi dibuat tertulis, dan dokter membuat diagnosis pra bedah sebelum operasi dan laporan operasi setelah pembedahan. RM anestesi meliputi catatan penilaian pra bedah oleh dokter anestesi, obat cara dan dosis, pemantauan tanda vital, terapi cairan, instruksi pasca anestesi, nama dan tanda tangan dokter anestesi
  • Informed consent merupakan bukti persetujuan yang diberikan oleh pasien/keluarga pasien atas dasar informasi dan penjelasan dari tenaga kesehatan (dokter) kepada pasien mengenai penyakit pasien dan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien tersebut dalam rangka penyembuhan. Dalam informed consent yang wajib memberikan informasi adalah dokter yang hendak melakukan tindakan medis karena dokter tersebut yang mengetahui kondisi pasien serta hal-hal yang berkaitan dengan tindakan medis yang akan dilakukan. Namun kewajiban tersebut dapat didelegasikan kepada dokter asisten/perawat tetapi bila terjadi kesalahan dalam memberikan informasi oleh orang yang diberi delegasi maka tanggung jawab tetap pada dokter yang melakukan tindakan medis. (Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 585/Men.Kes/Per/IX/1989 tertanggal 4 September 1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik)( Kode Etik Rumah Sakit Indonesia (KODERSI)) Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1419/Men.Kes/Per/X/2005 tentang Penyelanggaraan Praktik Kedokteran.

 

  1. Fungsi dari Informed Consent adalah :

Pada hakekatnya informed consent berfungsi sebagai :

  • Bagi pasien, merupakan media untuk menentukan sikap atas tindakan medis yang mengandung risiko atau akibat ikutan.
  • Bagi dokter, merupakan sarana untuk mendapatkan legitimasi (pembenaran, atau pengesahan) atas tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien, karena tanpa informed consentmaka tindakan medis dapat berubah menjadi perbuatan melawan hukum. Dengan informed consent maka dokter terbebas dari tanggungjawab atas terjadinya risiko atau akibat ikutan, karena telah diinformasikan didepan, sedangkan apabila tanpa informed consent maka risiko dan akibat ikutan menjadi tanggungjawab dokter.

Tujuan dari Informed Consent menurut J. Guwandi adalah :

  1. Melindungi pasien terhadap segala tindakan medis yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasien;
  2. Memberikan perlindungan hukum kepada dokter terhadap akibat yang tidak terduga dan bersifat negatif, misalnya terhadap risk of treatment yang tak mungkin dihindarkan walaupun dokter sudah mengusahakan semaksimal mungkin dan bertindak dengan sangat hati-hati dan teliti

 

6. Tanggungjawab memberikan informasi :

  • Tanggungjawab memberikan informasi sebenarnya berada pada dokter yang akan melakukan tindakan medis, karena hanya dia sendiri yang tahu persis tentang masalah kesehatan pasien, hal-hal yang berkaitan dengan tindakan medis tersebut, dan tahu jawabannya apabila pasien bertanya.
  • Tanggungjawab tersebut memang dapat didelegasikan kepada dokter lain, perawat, atau bidan, hanya saja apabila terjadi kesalahan dalam memberikan informasi oleh yang diberi delegasi, maka tanggungjawabnya tetap pada dokter yang memberikan delegasi.

Materi/isi informasi yang harus disampaikan :

  • Diagnosis dan tata cara tindakan medis/kedokteran tersebut
  • Tujuan tindakan medis/kedokteran yang akan dilakukan
  • Alternatif tindakan lain, dan risikonya
  • Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan
  • Prognosis terhadap tindakan yang akan dilakukan
  • (perkiraan biaya)

 

Penjelasan tentang rekam medis hanya boleh dilakukan oleh dokter atau dokter gig yang merawat pasien dengan izin tertulis pasien atau berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pimpinan sarana pelayanan kesehatan dapat menjelaskan isi rekam medis secara tertulis atau langsung kepada pemohon tanpa izin pasien berdasarkan peraturan perundang-undangan. (PERMENKES RI No. 269/MENKES/PER/III/2008 )

 

  1. Setiap pasien yang mendapatkan perawatan dan dalam proses pengobatan berhak mendapatkan informasi yang detil dan lengkap tentang penyakit yang dideritanya. Sesuai dengan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999, pasal 4 tentang perlindungan konsumen, pasien juga berhak mendapatkan informasi tentang tindakan medis, potensi risiko yang timbul karena tindakan medis, serta informasi estimasi biaya yang harus ditanggung pasien serta informasi waktu lama proses pengobatan. Anda atau anggota keluarga bisa menanyakan semua hal ini sebelum masuk ke kamar rawat.

Sedangkan yang tidak berhak mendapatkan informasi adalah orang  lain yang tidak berkaitan dengan  pasien yang telah dijelaskan diatas.

  1. Informasi yang harus disampaikan kepada pasien

Pasien dalam menerima pelayanan praktik kedokteran mempunyai hak mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis  yang akan diterimanya (Undan-Undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pasal 52).  Penjelasan tersebut sekurang-kurangnya mencakup :

  • Diagnosis dan tata cara tindakan medis
  • Tujuan tindakan medis yang dilakukan
  • Alternatif tindakan lain dan resikonya
  • Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi
  • Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. (Pasal 45 ayat 3)

Dokter atau dokter gigi dalam memberikan pelayanan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi terlebih dahlu harus memberika penjelasan kepada pasien tentang tindakan kedokteran yang akan dilakukan dan mendapat persetujuan pasien (PERMENKES No.1419/MENKES/PER/2005) tentang Penyelenggaraan Praktik Dokter dan Dokter Gigi pasal 17)

  • Informasi tidak boleh memakai istilah kedokteran karena tidak dimengerti oleh orang awam.
  • Informasi harus diberikan sesuai dengan tingkat pendidikan, kondisi, dan situasi pasien.
  • Informasi harus diberikan secara lengkap dan jujur, kecuali dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan atau kesehatan pasien atau pasien menolak untuk diberikan infomasi (KODEKI, pasal 5)
  • Untuk tindakan bedah (operasi) atau tindakan invasive yang lain, informasi harus diberikan oleh dokter yang akan melakukan operasi. Apabila dokter yang bersangkutan tidak ada, maka informasi harus diberikan oleh dokter yang lain dengan sepengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggng jawab.

 

9. Kelengkapan Informed Consent

  • Berisi pengakuan atau pernyataan oleh pasien atau walinya bahwa : Ia telah diberi informasi oleh dokter, ia telah memahami sepenuhnya informasi tersebut dan ia memberikan persetujuan kepada dokter untuk melakukan tindakan medis. setelah memperoleh informasi dan memahami informasi tersebut.
  • Materi/isi informasi yang harus disampaikan meliputi : Diagnosis dan tata cara tindakan medis/kedokteran tersebut, tujuan tindakan medis/kedokteran yang akan dilakukan, alternatif tindakan lain, dan risikonya, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang akan dilakukan serta perkiraan biaya

Berisi tandatangan pasien atau walinya, sedangkan tandatangan dokter yang memberi informasi mestinya tidak perlu mengingat informed consent adalah sebuah pernyataan sepihak dari pasien. Demikian pula tandatangan saksi. Sebagai contoh adalah kwitansi yang merupakan pernyataan sepihak dari seseorang yang telah menerima uang, maka cukup yang bersangkutan yang menandatangani.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s